04 July 2017
2 kritik

Spider-Man: Homecoming

"Film superhero (Marvel) tidak pernah sebegitu menyenangkan dan menghibur ini, dalam kisah yang dekat dengan keseharian dan menyentuh emosi"

Beberapa bulan semenjak kejadian dalam Captain America: Civil War (2016), Peter Parker dengan kostum barunya dari Tony Stark melanjutkan kehidupan rutinnya. Namun dirinya menjadi teralihkan dengan keinginan untuk membuktikan bahwa dirinya jauh lebih baik daripada yang sekarang. Belum lagi rutinitas sekolah ditambah dengan perasaannya pada seorang gadis semakin menambah dilema. Ketika penjahat dengan teknologi alien muncul, Spider-Man harus menghentikannya sebelum semua hal yang disekelilingnya terancam.

Sebagai seseorang yang selalu mengkritik film-film Marvel, harus diakui gue sangat suka dengan Spider-Man: Homecoming. Kalau berbicara dalam lingkup franchise Spider-Man sendiri, reboot dari reboot ini jelas yang terbaik dibandingkan versi Toby Maguire dan Andrew Garfield. Semua pujian ini jelas karena akhirnya Marvel mementingkan jalan cerita dan perkembangan karakter yang signifikan dibandingkan deretan adegan aksi. Ditambah dengan penampilan Tom Holland yang sempurna menghidupkan tokoh Peter Parker, kisah Spider-Man di kota New York ini menjadi believable dan gue dapat dengan mudah merasakan emosi yang ada.



Saking terpukaunya, gue merasa tidak pernah sebegitu terhiburnya oleh sebuah film superhero. Spider-Man: Homecoming is total fun! Gue menemukan diri gue sendiri tertawa terbahak-bahak di banyak adegan, bahkan sampai ikut merinding ngeri mengkhawatirkan keselamatan Spider-Man. Kisah Peter Parker yang menjalani rutinitas sekolahnya sangat mudah direlasikan dengan kehidupan nyata. Sampai-sampai baru kali ini gue bisa merasakan bahwa Spider-Man adalah pahlawan super yang dapat terluka dan mati seketika. Yes, Spider-Man: Homecoming adalah pahlawan remaja biasa ala Kick-Ass (2010) dengan segudang permasalahan remaja dengan perubahan hormon yang sangat nyata dan mudah dipercaya. Di mana lagi anda bisa melihat seorang pahlawan super yang ceroboh dan lugu dalam hal interogasi serta penyelidikan, namun tetap menghibur dan mudah untuk dicintai?

Bintang utamanya jelas Tom Holland, yang dapat membuktikan orang-orang yang memandangnya sebelah mata sebagai aktor berumur 19 tahun yang belum banyak pengalaman. Hal mudahnya, dia bisa menyembunyikan aksen Inggrisnya yang kental dalam aksen Amerika yang sangat lancar. Hal sulitnya, dia bisa menampilkan sosok Peter Parker dengan dilemanya yang ingin membuat kagum gadis yang ditaksir dengan kostum Spider-Man - untuk kemudian dilema itu bisa dirasakan oleh penonton. Sorotan juga harus diarahkan pada Jacob Batalon yang baru satu kali berakting dalam film panjang sebelum ini. Sebagai Ned sahabat akrab dari Peter Parker yang nerd, setiap kemunculan Jacob selalu ditunggu-tunggu karena pasti mengundang tawa. Komentar-komentarnya yang lugu dan tingkah polahnya yang menggelitik, menjadi hiburan maksimal dan penyeimbang yang manis bagi karakter Peter Parker.


Marvel sudah banyak belajar lewat koleksi film-film solo pahlawan supernya. Baru kali ini juga mereka harus bekerja sama dengan rumah produksi lain, Sony Pictures, yang memegang hak cipta untuk our friendly neighborhood ini. Pembelajarannya adalah untuk mengenalkan karakter pahlawan super yang sudah kita kenal, tidak perlu memvisualisasikan hal-hal yang sudah katam dalam ingatan penonton. Adegan pembunuhan orang tua Bruce Wayne, helloooo?? Dalam Homecoming, origin story itu cukup dalam bentuk dialog saja karena ya penonton sudah mengenalnya dalam 5 film dalam 15 tahun terakhir. Alih-alih kisah asli, perkembangan karakter ala coming of age yang dieksplorasi dengan sangat ciamik dalam 2 jam 15 menit. Harap dimaklumi kemunculan Tony Stark, tapi harus diakui bahwa dirinya yang berandil besar dalam perkembangan karakter Spider-Man sebagai pahlawan super yang melindungi masyarakat dalam skala minor.

Secara keseluruhan, sangat mudah untuk menyukai Spider-Man: Homecoming dengan berbagai hal positifnya. Kemampuannya untuk membuat gue bisa merasakan adegan yang ada di layar adalah pondasi dasar yang sangat signifikan - dan gue berharap hal ini dapat tetap dipertahankan. Meski satu keluhan gue adalah visualisasi kepintaran Peter Parker yang sama sekali tidak ada dalam film ini, tetapi hal ini bisa tertutupi oleh aksi Spider-Man yang clumsy dan lovable. I don't believe I'm saying this to superheroes movie but, more sequels please!



USA | 2017 | Action / Superheroes | 135 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
9 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 4 Juli 2017 -

----------------------------------------------------------
  • review film spiderman homecoming
  • review spiderman homecoming
  • spiderman homecoming movie review
  • spiderman homecoming film review
  • resensi film spiderman homecoming
  • resensi spiderman homecoming
  • ulasan spiderman homecoming
  • ulasan film spiderman homecoming
  • sinopsis film spiderman homecoming
  • sinopsis spiderman homecoming
  • cerita spiderman homecoming
  • jalan cerita spiderman homecoming

2 kritik:

  1. Hallo, mau tanya nonton ini wajib IMAX gak yah? Thank you for the answers.

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak adegan swinging spidey sih dan 3D-nya juga bagus. jadi harusnya oke kok buat IMAX.

      Delete

 
Toggle Footer
Top